Senin, 16 Januari 2012

Safety Riding

Kampanye Safety Riding Pabrikan Sasar Kaum Muda Juga Pelajar


Pelajar pengendara potensial yang menjadi target edukasi
Hampir semua pabrikan saat ini mengusung safety riding sebagai program andalan. Honda, Yamaha, Suzuki juga Kawasaki. Begitu juga dengan pemerintah yang diwakili Kepolisian juga Kementerian Perhubungan.

PT Astra Honda Motor (AHM) misalnya, mengusung safety riding sebagai bagian dari tanggung jawab sosialnya sejak 2003. “Dulu waktu awal mengembangkan program ini banyak bertanya, untuk apa safety riding,” kenang Anggono Iriawan, Manager Safety Riding dan Motorsport AHM. Kini hampir semua pihak merasakan manfaat dari safety riding.

Walaupun diakui safety riding tidak langsung mengurangi tingkat kecelakaan. Karena faktanya, tingkat kecelakaan motor makin tahun makin meningkat. Tidak heran, pihak badan dunia seperti Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), tahun ini mencanangkan Decade for Road Safety yang diluncurkan langsung oleh Sekjennya, Ban Kim Moon.

Aryono Hendro, Kordinator Safety Riding PT Yamaha Indonesia Motor Manufakturing (YIMM) mengatakan pihaknya kini terus melakukan pelatihan kepada komunitas motor untuk safety riding. “Kami berharap dengan memberikan kepada perwakilan komunitas, mereka bisa meneruskannya kepada anggota lainnya,” yakin Aryono Endro.

Sebab, dengan jumlah yang terbatas, perlu strategi untuk terus memberikan pelatihan. “Setiap minggu kami memberikan pelatihan itu. Begitu juga dengan jaringan kita di daerah,” mantapnya.

Kawasaki mulai 2011 lalu telah melakukan berbagai program pelatihan aman berkendara khusus untuk motor berkapasitas besar. “Kami menyadari berkendara motor cc besar ada perbedaaan dengan motor kecil. Untuk itu, beberapa waktu lalu kami melatih instruktur safety riding kami dengan mengundang instruktur dari Jepang,” ungkap Freddyanto Basuki, Manajer Promosi dari PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI).

Untuk lebih mengena sasaran, AHM bahkan menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memasukkan unsur safety riding dalam pelajaran sekolah. “Tidak menambah mata pelajaran yang ada. Tapi, memasukkan unsur safety ke dalam kurikulum yang telah ada,” ungkap Kristanto, Corporate Communication Head, AHM.

Bagi Honda, dengan memasukkan unsur safety di dalam kurikulum ini akan membuat program safety menjadi bagian dari pelajar. “Mereka nantinya akan naik motor. Jadi sejak Sekolah Dasar sudah mendapatkan pendidikan soal berkendara yang baik juga aturan lalu lintas yang benar,” ungkap Kristanto.

Kementerian Perhubungan pun mendekatkan diri kepada para pelajar. Mereka mengadakan pemilihan pelajar safety. Nantinya, setelah terpilih mereka membuat sebuah kegiatan yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada sesama pelajar mengenai pentingnya keselamatan berkendara.

“Program ini bertujuan memberikan kesempatan untuk pelajar berbagi ilmu keselamatan berkendara. Ini bagian dari 10 tahun pertama untuk mengurangi kecelakaan di jalan,” tegas Soeroyo Alimoesa, Direktur Jendral Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan.

Semua pihak sudah memiliki semangat untuk mengurangi kecelakaan.Tinggal menyatukan dan mensinergikan semua langkah demi tercapainya cita-cita mengurangi kecelakaan setidaknya 50 persen pada 2021 nanti.    (motorplus-online.com)
Penulis : Hend | Teks Editor : Nurfil | Foto : Hendra

Safety Riding

Youth Action For Road Safety, Gaya dan Muda


Safety dan muda sesuai gaya motor
Meningkatnya kesadaran pengendara akan pentingnya safety riding patut disyukuri. Kini pengendara tampil dengan safety gear seperti helm, jaket, sepatu dan sarung tangan sudah jadi perlengkapan standar. 

Berkendara tanpa helm sekarang nggak keren. Bahkan di beberapa lokasi berkendara dengan peranti keselamatan yang baik sudah menjadi bagian dari budaya. Bukan sekadar memenuhi kewajiban agar tidak hanya kena tilang.

Semua ini karena berbagai pihak terus melakukan kampanye tanpa henti. Pabrikan, klub atau komunitas, Kepolisian dan Kementerian Perhubungan dan tentunya juga MOTOR Plus sebagai tabloid pertama sepeda motor di Indonesia.

Kini dengan mengusung konsep Youth Action For Road Safety, MOTOR Plus mencoba mengedukasi bahwa berkendara aman itu juga bisa tetap gaya dan muda. Safety tetap lifestyle.

Sejak 2003, MOTOR Plus terus berkampanye safety riding. Konsep terus mengalami perkembangan. Dari Safety Riding Year, lalu Ride With Care. Konsep ini lebih menekankan aspek peduli dalam berkendara yang pada hakikatnya juga bicara soal keselamatan berkendara.

Lantas pada 2011 atau tepat di ulang tahun MOTOR Plus ke-12 kami mengusung konsep Youth Action For Road Safety 2011. Seperti diketahui sebagian besar merupakan anak muda. Mereka merupakan golongan yang jadi tulang punggung keluarga. Untuk itu, MOTOR Plus mengusung tema ini dalam kampanye safety riding sampai sekarang.

Konsep anak muda ini tidak sekadar nama. Dalam memberitakan safety riding, selalu menyasar kawula muda. Bahkan, kalangan potensial yang sebenarnya belum termasuk ‘biker’ seperti pelajar Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Sasar juga masuk dalam kegiatan ini.

Bahkan, MOTOR Plus juga beberapa kali ikut langsung kegiatan mengedukasi komunitas. Sharing soal safety riding ini diharapkan juga semakin meningkatkan kesadaran anggota komunitas yang sebagian besar merupakan kalangan anak muda untuk lebih peduli lagi terhadap keselamatan diri dan juga orang lain.

Muda juga dilihat tampilannya. Pakaian safety yang diusung juga konsep kekinian. Seperti pemilihan model jaket keren, sepatu bernuansa muda. Makanya, di edisi kali ini MOTOR Plus mengangkat tema Safety Riding dan Anak Muda. Tentunya berharap agar berkendara tetap menjunjung safety riding tanpa melupa-kan gaya dan tampilan.

Safety Dan Komunitas
Melihat perkembangan peranti dan fashion safety paling gampang dengan melihat dinamika komunitas atau klub. Di sinilah tumbuh subur berbagai aksi dan gaya para anggotanya. Tidak sekadar safety, namun juga gaya. Peranti yang digunakan pun bervariasi. Mulai produsen merek terkenal yang berharga jutaan sampai merek lokal yang harganya cukup terjangkau.

Komunitas Ninja 250R Community Chapter West Jakarta misalnya. Mereka punya perangkat standar yang digunakan sebagai pakaian wajib ketika kongkow. “Apalagi kalau pas lagi turing. Kami wajib menggunakan full safety gear,” sebut Iwan ‘Laupan’ Setiawan, Ketua Ninja 250R Community.

“Kami menggunakan jaket kulit untuk melakukan turing. Untuk sepatu pun demikian. Merek tidak terlalu penting. Yang jelas sepatu itu harus menutupi mata kaki,” tandas Laupan.

Ada dua model yang biasa digunakan. Pertama, sepatu turing sampai mata kaki yang biasa digunakan crosser dan sepatu turing sebatas mata kaki. “Umumnya yang digunakan yang sebatas mata kaki. Selain modelnya lebih simpel, untuk digunakan gaul pun juga bisa,” bilang Laupan.


 Pilih sarung tangan yang sesuai
Untuk sarung tangan, ada dua model. Yang pertama adalah menutup penuh dan sebagian. Walaupun yang lebih direkomendasi menutup penuh namun sebagian dari mereka mengungkapkan, penggunaan menutup sebagian bertujuan supaya pengendara masih memiliki ‘rasa’ terhadap motor tanpa ada batasan media sarung tangan. “Kalau untuk helm rata-rata kami sudah menggunakan helm full-face,” ungkap Laupan lagi.

Bagi komunitas klasik seperti komunitas Honda Scoopy yang tergabung di Scoodenttial, safety dikaitkan dengan tumpangannya. “Kami umumnya menggunakan jaket katun. Walaupun ada juga sebagian yang menggunakan jaket kulit. Safety riding jadi perhatian kami saat ngumpul,” jelas Daniel Morris Tambunan, Ketua Umum Scoodenttial.

Untuk penggunaan helm rata-rata anggota Scoodenttial memakai helm ¾ atau yang lebih serasi dengan tampilan Scoopy bergaya retro modern. “Untuk peranti lain seperti sarung tangan wajib jika turing,” ungkapnya bersemangat.

Supaya afdal, kita wajib juga share dengan para raja turing seperti kalangan skuteris. Comot klub gede Scooter Owners Group alias SOG. Hampir setiap tahun mereka bikin turing besar, sampai program jelalajah negeri yang dilakukan di tutup tahun 2011 menuju 2012. ”Bagi kami, perlengkapan safety adalah utama,” buka Boy Januar Ariska, founder klub ini.

 Sepatu turing ala crosser dan sepatu turing gaul
Bagi mereka, fesyen dan safety berjalan beriringan. Perlengkapan rider seperti jaket kulit, sepatu booth, helm standar SNI full-face maupun half-face jadi keharusan. Bahkan rompi berisikan colors SOG yang wajib dikenakan saat riding, menjadi salah satu perlengkapan safety juga. ”Jaket itu dipakai untuk menahan angin dan melapisi jaket kulit utama,” katanya.

Soal safety ini juga dibeberkan Indra Panca, salah satu founder dari Tiger Association Bandung (TAB) dan penggagas HTCI (Honda Tiger Club Indonesia). Apalagi karakter motor mereka masuk jajaran motor cepat dan menjadi incaran peturing. ”Safety menjadi sangat penting. Helm full-face, jaket kulit dan sepatu khusus turing dilengkapi protector yang wajib menutupi mata kaki,” katanya lagi.

Satu hal lagi yang sering dilupakan. Safety nggak semata hanya ada di perlengkapan riding. “Tapi juga ada di pikiran kita,” tambah Jeffrey Polnaja, peturing dunia asal Indonesia.

Bagi Kang Jeje panggilan akrabnya, yang terpenting dari safety di atas motor adalah bagaimana kita bisa membangun state of mind saat naik motor. Selalu berpikiran positif dan menikmati setiap suasana riding adalah kunci keselamatan berkendara.   (motorplus-online.com)
Penulis : Isf@n, Hend | Teks Editor : Nurfil | Foto : Boyo

Senin, 09 Januari 2012

Berlatih Mengendarai Motor Untuk Pemula

Jumlah pengendara pemula terus bertambah seiring pertumbuhan motor yang terus melambung. Sebagian dari pengendara pemula ini, belajar secara otodidak alias sendiri dan coba-coba di lokasi yang lapang sebelum membiasakan diri berkendara di jalur sebenarnya.

Honda sebagai produsen motor terbesar punya tanggung jawab untuk memberikan pemahaman berkendara, terlebih bagi pengendara motor pemula. “Di semua dealer kami, bagi pengendara awal bisa mendapatkan pelatihan langsung dari instruktur berpengalaman Honda. Bagaimana cara berkendara benar bagi pemula,” ungkap Made Surya, Instruktur Safety Riding dari PT Astra Honda Motor (AHM).

Namun memang tidak semuanya mendapatkan pelatihan ini. Lewat instruktur safety riding Honda ini mari kita minta pedoman dan prosedur menjalankan motor. Kali ini dari sisi pengoperasian persneling.

“Dalam kondisi mesin hidup, tarik tuas kopling dan posisikan perseneleng pada gigi 1. Saat grip gas diputar ke arah pengendara secara perlahan, lepas juga dengan perlahan tuas kopling,” kata Made Surya.

Saat putaran mesin mencapai 2.000 - 3.000 rpm, dengan cepat kembalikan posisi grip gas, tarik tuas kopling, masukkan perseneling ke posisi gigi 2 kemudian lepaskan tuas kopling. “Ulangi prosedur yang sama untuk selanjutnya sampai posisi gigi lebih tinggi,” papar instruktur tinggi itu.

Lantas, prosedur menghentikan laju motor. Diawali melepas gas dan secara perlahan lakukan proses pengereman. Rem depan dan belakang secara bersamaan. ”Tarik tuas kopling dengan cepat tepat sesaat sebelum roda berhenti berputar. Setelah motor berhenti dengan sempurna, posisikan pada gigi netral,” wanti Made Surya

Dalam menghentikan laju motor, sebaiknya tidak menggunakan cara melalui engine brake, yakni mengurangi kecepatan dengan menurunkan posisi perneling. “Cara ini memaksakan motor di putaran mesin tinggi, juga pembiasaan diri. Posisikan seperti berkendara matik,” sebut Made.

Untuk membiasakan diri, berlatihlah menjalankan motor dan menghentikannya pada pembatas yang sudah disiapkan. Yakni, pada jarak 30 - 50 cm dengan kondisi kaki kiri stand by di tanah. Lakukan berulang sampai benar-benar dapat menghentikan motor tepat pada pembatas yang ditentukan.

Lakukan terus latihan ini secara berulang sampai benar-benar dapat melakukan prosedur memindahkan posisi perseneling dengan lembut. Juga bisa sampai berhenti tepat atau menghentikan motor dengan cara stabil. (motorplus-online.com) 

Penulis : Hend | Teks Editor : Nurfil | Foto : 

Minggu, 01 Januari 2012

Turing

Jalan jauh atau turing yang dilakukan komunitas terus giat dilakukan. Terlebih jika banyak event biker yang tentu membawa konsekuensi seringnya komunitas melakukan perjalanan jauh. 
Yang Penting Safety Riding..!

Seperti di ajang Honda Bikers Day yang belum lama ini diadakan di Taman Nasional Bromo, Jawa Timur. Beberapa biker melakukan turing jauh hingga mencapai ribuan kilometer dan ditempuh berhari-hari. “Kami sangat berharap mereka tetap mengutamakan keselamatan,” ungkap Istiyani Susriyati, Kepala Divisi Honda Customer Care Center (HC3) yang menjadi tuan rumah acara.

Banyak pengalaman bisa dibagi oleh beberapa teman biker Honda dalam perjalanan mereka kali ini. Pengalaman mereka tentunya bisa dijadikan sebagai masukan atau tambahan bagi teman biker yang akan melakukan perjalanan jauh. 

Theo Rofan dari Magetan Club BeAT selalu beristirahat cukup sebelum melakukan perjalanan turing. Dari Magetan memang tidak terlalu jauh menuju Bromo, hanya hitungan turing jarak pendek. Namun karena di acara menginap tetap butuh stamina mumpuni. “Saya mulai turing Jumat. Sehari sebelumnya, istirahat dan tidur malam mesti cukup. Paling tidak 6-7 jam. Paginya badan terasa segar dan siap berangkat,” semangatnya. 

Bagi Wiyarto Mulyono, yang berangkat dari Jakarta, perjalanan ke Bromo termasuk jarak jauh. Karena rute yang dilewati lebih dari 1.000 km pulang pergi. Otomatis itu membutuhkan bukan saja tenaga dan fisik yang prima tapi juga psikis. 

“Kebetulan berangkat bersama-sama. Kami menjaga kecepatan dan malam tidak melakukan perjalanan. Kami nginap di lokasi yang telah ditentukan sebelumnya,” jelas pria yang akrab dipanggil Shakti ini.

Konsentrasi selama berkendara jadi hal yang sangat penting. “Ketika dalam perjalanan jauh, harus enjoy. Jangan sesekali ada hal yang terpaksa. Konsentrasi ini akan membuat berkendara menjadi lebih awas,” kata pengendara Honda Vario CBS Techno 2011 ini. 

Indra paketu Pacitan Honda Community selalu mewanti anggotanya untuk melakukan servis sebelum berangkat turing jarak sedang. “Kesiapan motor juga akan mempengaruhi perjalanan,” ujarnya lebih lanjut. 

Gambarannya seperti ini, jika dalam perjalanan, hal kecil seperti mogok atau ada komponen rusak, akan membuat perjalanan jadi jauh lebih berat. Karena turing dilakoni bareng, tentu butuh kekompakan. Ada satu peserta bermasalah, peserta lain akan membantu menyelesaikan persoalan. Itu romantikanya perjalanan jauh! 
Sumber:
(motorplus-online.com)

Sabtu, 31 Desember 2011

Helm



Kalau anda anak motor pasti anda tidak asing lagi atau sdah familiar dengan namanya HELM.. Yap..! Helm Adalah suatu benda yang seukuran kepala manusia menempel dikepala (balek ke point yg td) untuk melindungi kepala dari benturan yang tak di inginkan. nah, saya ama benda ini sudah nggak terpisahkan a.k.a BBF (ups...! alay :-D ) ketika saya Berpergian menggunakan motor baik jarak dekat maupun jauh.



tapi sayang nya neee...... Orang pada banyak yang ogah pake helm... ( Somboooong....) dengan berbagai alasan.. Contohnya :

"Ah... ngapain pake helm ke kampus.. kan jarak nya cuma 800m dari sini (padahal lewat jalan raya juga tuh..)

"Hidup mati kan ada di tangan tuhan, orang pake helm aj mati, apa lagi gw...??? (Somboonk.... Wong tuhan jg pernah ngomong "lindungilah diri kalian dari malapetaka" Orang yg kyak gini bakalan  dikutuk Tuhan cpat mati ne... HAHAHAHAHA....!)

"kalau pake helm, ntar rambutku berantakan lagi.. jadi hilang deh ganteng gue ( Daripada Isi kepala ama muka lo berantakan.....hayo, pilih yang mana...??????)

"kan gak ad pak polisi.... :-).. (Ingat.. Malaikat ad di pundak anda....)


Dan berbagai macam alasan dari berbagai umat manusia yg menggunakan motor tapi malas pakai helm.... Sungguh ironis..... Apa perlu mereka dikasih contoh kepala orng yang kecelakaan tanpa menggunakan helm (Atau disuruh aj nonton Film Final Destination)...??? Ngakunya bawa motor udah aman tapi gak jg pakai helm.... ama aj boong..!
bahkan bila kita mengendarai motor dengan lari 20km/h kebawah lalu kita jatuh tanpa menggunakan helm bisa menyebabkan kepala retak....! apalagi diatas kecepatan segitu... Gak kebayang deh.....

Dan gw pun langsung terbayang kata2 Sebuah toko Helm yg bertuliskan... (Siang Malam Aspal tetaplah Keras). So... Tunggu apa lagi....??? pakai lah Helm saat berkendara dimana saja dan kapan saja, kalau gak ada...???
Beli dunk.....! Di pasaran Helm berbagai macam dan model tersedia untuk anda.... Dari Helm "rakyat jelata" Ampe "The Have" pun tersedia (ingat...yang ad SNI na y..) dan harga pun tak bohonk ;-).....

Selamat BErhelm Ria......!