Pakailah "Berpikir Positif" Saat Berkendara
Saya yakin, semua orang yang pernah turun kejalan pasti pernah rasakan. Kesal, jengkel, sebal dan lain sebagainya terhadap pengendara motor/mobil lain yang kita rasakan tidak tahu diri, tidak bertanggung jawab dan seterusnya.
Yah, begitulah perasaan kita terhadap orang-orang itu. Kena pepet, jalur dimakan, jalur dipotong jelas saja akan membuat kita habis kesabaran dan membuat stress. Tak jarang menjadikan kita lupa tujuan utama kita berkendara, untuk sampai dan tiba di tujuan dengan selamat. Kebut-kebutan, sumpah serapah hingga terkadang sampai ngajak berkelahi.
Tapi tunggu dulu. Coba kita fikirkan lagi. “Apakah anda kenal mereka secara pribadi ? Apakah anda layak untuk marah-marah ? Tidak rugi buang-buang emosi ?”.
Contohnya, … sebut saja Pak Rustam.
Pak Rustam sudah menjadi supir perusahaan selama 30 tahun. Beliau orang yang sangat menyenangkan, ramah, bertutur kata santun dan banyak temannya. Ia orang yang sederhana dan rajin ibadah serta siapapun yang berkenalan dengannya akan dengan sangat mudah menjadi akrab.
Karena sebuah keperluan, beliau hendak mengantarkan tamu perusahaan ke hotel dan dalam perjalanan berpapasan dengan motor anda. Karena menghindari sepeda, mobil Pak Rustam bermanuver dan hampir menabrak motor anda.
Apa reaksi anda ?
Amarah yang meluap memuntahkan sumpah serapah kearah pengendara mobil ? Memang anda hampir celaka, tapi apakah itu sebuah kesengajaan ? Apakah Pak Rustam pantas mendapatkan sumpah serapah itu ? Apakah memberikan sumpah-serapah itu bisa membawa perubahan ? membawa kegunaan bagi anda ? bagi Pak Rustam ?
Sekarang, apa bila anda mengenal Pak Rustam secara pribadi, apakah anda tetap ingin mencaci maki ? Iya sih…, mereka memang terkadang membahayakan anda, dan anda-pun kadang membahayakan orang lain, namun coba anda berfikir dengan positif;
Mungkin pertanyaan-nya adalah “Kenapa saya harus berfikir Positif ? Kenapa Negatif ?”
Kalau saya berpapasan dengan Pak Rustam, dan motor saya hampir bersinggungan dengan mobil beliau karena mobil beliau masuk jalur saya tiba-tiba, maka yang akan saya lakukan adalah membuka kaca helm dan tersenyum. Saya akan memikirkan bahwa si supir sebenarnya orang yang menyenangkan kalau saja saya bisa mengenalnya, mereka juga punya keluarga yang menyenangkan. Dan saya akan lebih berhati-hati lagi kalau naik motor. Maka hari itu akan tetap menyenangkan dan perasaan tersebut mahal harganya, jangan sampai rusak.
“Positive Thinking” adalah salah satu SKILL yang tidak bisa anda dapatkan dari kursus manapun. Membutuhkan kebesaran jiwa, kematangan berfikir dan kesabaran. Mulai lah melatih SKILL yang satu ini.
Saya yakin, semua orang yang pernah turun kejalan pasti pernah rasakan. Kesal, jengkel, sebal dan lain sebagainya terhadap pengendara motor/mobil lain yang kita rasakan tidak tahu diri, tidak bertanggung jawab dan seterusnya.
Yah, begitulah perasaan kita terhadap orang-orang itu. Kena pepet, jalur dimakan, jalur dipotong jelas saja akan membuat kita habis kesabaran dan membuat stress. Tak jarang menjadikan kita lupa tujuan utama kita berkendara, untuk sampai dan tiba di tujuan dengan selamat. Kebut-kebutan, sumpah serapah hingga terkadang sampai ngajak berkelahi.
Tapi tunggu dulu. Coba kita fikirkan lagi. “Apakah anda kenal mereka secara pribadi ? Apakah anda layak untuk marah-marah ? Tidak rugi buang-buang emosi ?”.
Contohnya, … sebut saja Pak Rustam.
Pak Rustam sudah menjadi supir perusahaan selama 30 tahun. Beliau orang yang sangat menyenangkan, ramah, bertutur kata santun dan banyak temannya. Ia orang yang sederhana dan rajin ibadah serta siapapun yang berkenalan dengannya akan dengan sangat mudah menjadi akrab.
Karena sebuah keperluan, beliau hendak mengantarkan tamu perusahaan ke hotel dan dalam perjalanan berpapasan dengan motor anda. Karena menghindari sepeda, mobil Pak Rustam bermanuver dan hampir menabrak motor anda.
Apa reaksi anda ?
Amarah yang meluap memuntahkan sumpah serapah kearah pengendara mobil ? Memang anda hampir celaka, tapi apakah itu sebuah kesengajaan ? Apakah Pak Rustam pantas mendapatkan sumpah serapah itu ? Apakah memberikan sumpah-serapah itu bisa membawa perubahan ? membawa kegunaan bagi anda ? bagi Pak Rustam ?
Sekarang, apa bila anda mengenal Pak Rustam secara pribadi, apakah anda tetap ingin mencaci maki ? Iya sih…, mereka memang terkadang membahayakan anda, dan anda-pun kadang membahayakan orang lain, namun coba anda berfikir dengan positif;
- Mereka mungkin berkendara dengan sedikit ceroboh, sebenarnya mereka tidak ingin ceroboh.
- Mereka sebenarnya orang-orang yang menyenangkan dan bersahabat, kalau saja saya mengenal mereka.
- Mungkin bisa saja saya lah yang membahayakan mereka saat itu, hanya saja saya tidak memikirkannya.
- “Shit Happens”, karenanya Saya lah yang seharusnya lebih berhati-hati.
- Saya tidak bisa mengendalikan cara orang lain berkendara, tapi saya bisa mengedalikan cara saya sendiri berkendara.
- Mereka sebenarnya berusaha sebaik-baiknya, seperti halnya saya.
- Mereka semua orang-orang goblok, jadi wajar saja kalau saya teriak “GOBLOK LUH”. Saya kan orang pintar disini.
- Mereka semua pastilah orang-orang tidak menyenangkan, suka masuk jalur orang se-enaknya, potong jalur orang seudelnya.
- Saya selalu benar, posisi saya benar dan saya berhak dalam posisi itu, mereka lah yang harusnya “minggir”.
- Semua yang melanggar jalur saya adalah Salah !
- Cara saya berkendara sudah benar, cara kamu lah yang salah.
- Saya sudah melakukan sebaik-baiknya, mereka semualah yang berkendara gak pakai otak.
Mungkin pertanyaan-nya adalah “Kenapa saya harus berfikir Positif ? Kenapa Negatif ?”
- Dengan berfikir positif, anda akan dapat berfikir lebih jernih dan jauh kedepan. Anda menjadi lebih tenang dalam menghadapi perjalanan. Berfikir negatif membuat anda berfikir yang tidak-tidak dan menjadi lebih emosional.
- Berfikir positif menjadikan perjalanan anda selalu menyenangkan dan setiba di tujuan anda menjadi lebih lega. Berfikir negatif menjadikan perjalanan anda tidak nyaman dan menyebalkan.
- Berfikir positif menjadikan anda lebih sadar akan keselamatan karena berusaha mencegah terulangnya kembali kejadian-kejadian yang membahayakan anda. Berfikir negatif membangkitkan emosi, tidak lagi berfikir jernih dan menjadikan perjalanan anda menjadi lebih berbahaya.
- Dengan berfikir positif, anda memanjakan perasaan anda sendiri, dengan berfikir negatif anda hanya menyiksa perasaan anda.
Kalau saya berpapasan dengan Pak Rustam, dan motor saya hampir bersinggungan dengan mobil beliau karena mobil beliau masuk jalur saya tiba-tiba, maka yang akan saya lakukan adalah membuka kaca helm dan tersenyum. Saya akan memikirkan bahwa si supir sebenarnya orang yang menyenangkan kalau saja saya bisa mengenalnya, mereka juga punya keluarga yang menyenangkan. Dan saya akan lebih berhati-hati lagi kalau naik motor. Maka hari itu akan tetap menyenangkan dan perasaan tersebut mahal harganya, jangan sampai rusak.
“Positive Thinking” adalah salah satu SKILL yang tidak bisa anda dapatkan dari kursus manapun. Membutuhkan kebesaran jiwa, kematangan berfikir dan kesabaran. Mulai lah melatih SKILL yang satu ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar